ppalamincintamulya@gmail.com
Al-Amin Cintamulya
Berita

Kembangkan Life Skills dan Jiwa Kewirausahaan, Pesantren Istiqomah Al-Amin Gelar Wisata Edukasi dan Panen Raya Melon Sultan

Kembangkan Life Skills dan Jiwa Kewirausahaan, Pesantren Istiqomah Al-Amin Gelar Wisata Edukasi dan Panen Raya Melon Sultan

LAMPUNG SELATAN – Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin Cintamulya terus menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya menguatkan pengetahuan akademik dan keagamaan, tetapi juga membekali santri dan siswa dengan keterampilan hidup (life skills) yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Salah satu wujudnya adalah Wisata Edukasi Budidaya dan Panen Raya Melon Sultan di Green House Pondok Pesantren Istiqomah Al-Amin, yang berlangsung pada Sabtu hingga Selasa, 31 Oktober–3 November 2026.


Pada hari pertama, Sabtu (31/10/2026), sekitar 350 siswa SMP Negeri 29 Bandar Lampung hadir bersama kurang lebih 50 guru. Mereka menyaksikan langsung panen raya yang menghasilkan sekitar 150 kilogram melon hasil budidaya santri dan siswa pesantren.

Bagian dari Program Kemandirian Ekonomi Pesantren

Green House Melon Sultan merupakan bagian dari Program Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren yang didukung Bank Indonesia, bekerja sama dengan Wizstren, Koperasi Alfirdaus, dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).

Melalui program ini, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga didorong menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif yang dapat menopang kemandirian lembaga sekaligus menjadi sarana belajar bagi santri.

Belajar Pertanian Modern Berbasis IoT

Dalam kunjungan tersebut, peserta tidak hanya melihat hasil panen. Mereka juga mendapat pengalaman belajar langsung tentang budidaya melon Sultan, mulai dari pengenalan lingkungan dan fasilitas Green House, tahapan budidaya tanaman melon, hingga pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT).

Melalui sensor yang terpasang di dalam Green House, suhu dan kelembapan udara serta kelembapan media tanam dapat dipantau secara real-time melalui ponsel. Sistem ini juga mengatur penyiraman dan pemberian nutrisi secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman, sehingga perawatan menjadi lebih tepat, efisien, dan hemat tenaga.

Penerapan teknologi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Mereka diperkenalkan pada cara perkembangan teknologi digital dimanfaatkan di bidang pertanian. Kegiatan ini sekaligus memberi wawasan bahwa pertanian kini telah berkembang menjadi sektor yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa bertani bukan sekadar menanam dan memanen. Bertani adalah proses yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, kedisiplinan, dan ketekunan.

Bazar sebagai Praktik Kewirausahaan

Rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan bazar yang diselenggarakan siswa SD, SMP, dan SMK Queen Al-Amin. Melalui bazar, siswa tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan di kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung, mulai dari menyiapkan produk, menata dagangan, dan melayani pembeli hingga memahami proses transaksi jual beli.

Bazar ini merupakan bentuk pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning), yaitu pembelajaran yang memberi ruang kepada peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui keterlibatan langsung.

Ada kesinambungan antara budidaya melon dan bazar. Di Green House, santri dan siswa belajar menghasilkan produk melalui pertanian modern. Di bazar, mereka belajar memperkenalkan dan memasarkan produk. Keduanya memperkenalkan siswa pada nilai-nilai ekonomi, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha.


Pendidikan Harus Membekali Keterampilan Hidup

Kepala Bidang Pendidikan Formal Yayasan Pesantren Istiqomah Al-Amin, H. Hasanudin, M.Pd., mengatakan bahwa wisata edukasi, budidaya melon, dan bazar merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang perlu terus dikembangkan.


Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan teoretis. Peserta didik perlu mendapat kesempatan untuk belajar, mencoba, dan mempraktikkan berbagai keterampilan yang kelak bermanfaat ketika terjun ke masyarakat.

Beliau menjelaskan, budidaya melon melatih siswa memahami proses produksi, kedisiplinan, ketekunan, dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, bazar menumbuhkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan jiwa wirausaha.

Lebih lanjut beliau menegaskan, pesantren berkomitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu agama, ilmu pengetahuan umum, dan keterampilan praktis. Hal itu sejalan dengan visi pesantren untuk menyiapkan santri yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga kompeten, mandiri, mampu mengikuti perkembangan zaman, dan siap menciptakan peluang serta memberi manfaat bagi lingkungannya.

Green House sebagai Laboratorium Pembelajaran

Green House Melon Sultan tidak hanya berfungsi sebagai tempat budidaya, tetapi juga dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran nyata berbasis praktik dan potensi lokal. Keterlibatan santri dan siswa dalam proses budidaya hingga panen memberi mereka pengalaman berharga tentang pentingnya proses, kerja keras, dan konsistensi dalam menghasilkan sebuah produk.


Fasilitas ini juga membuka ruang kolaborasi dengan sekolah di luar pesantren. Setelah kunjungan SMP Negeri 29 Bandar Lampung pada Sabtu dan Minggu (31/10–1/11/2026), kegiatan dijadwalkan berlanjut dengan kunjungan SMP Negeri 24 Bandar Lampung pada Senin dan Selasa (2–3/11/2026).

Setiap rombongan mengikuti rangkaian kegiatan yang sama, mulai dari pengenalan Green House, edukasi budidaya melon, dan pengenalan teknologi pertanian modern hingga menyaksikan langsung panen raya. Bagi siswa dari luar pesantren, kegiatan ini menjadi alternatif belajar di luar kelas yang lebih kontekstual dan aplikatif.

Antusiasme peserta pada hari pertama menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung memiliki daya tarik tersendiri bagi dunia pendidikan.

Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Dari menanam hingga memanen, dari mengelola hasil pertanian hingga menjalankan bazar, semuanya merupakan bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi yang berilmu, terampil, mandiri, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.

Bagikan Artikel

Komentar –
Tulis Komentar
0/1000
Memuat…